Ponorogo (14/07/25) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar MAN 2 Ponorogo. Nafisa Husniya (XII-9) berhasil meraih Juara 2 dalam lomba esai tingkat nasional bertema “Find Your Concentration” yang diselenggarakan oleh President University pada 14–28 Juni 2025 secara daring.
Esai Nafisa yang berjudul “Sinaps: Inovasi Aplikasi Pemetaan Potensi Berbasis AI sebagai Navigasi Badai Informasi Karier untuk Menjembatani Kesenjangan Minat Generasi Z” berhasil menarik perhatian juri. Dalam tulisannya, Nafisa menyoroti tantangan besar yang dihadapi pelajar masa kini, khususnya dalam menghadapi “badai informasi karier” yang justru membingungkan dan mengaburkan arah serta potensi diri.
Ide pemilihan judul ini berawal dari keresahan pribadinya sebagai seorang pelajar. Ia melihat bahwa banyaknya informasi karier di internet terkadang saling bertentangan dan membingungkan.
“Sebagai pelajar madrasah aliyah, kita sering merasa bingung. Arah ke depan itu ke mana, sih? Padahal setiap orang punya minat dan potensi yang berbeda-beda. Nah, dari situ saya berpikir, bagaimana caranya kita bisa menavigasi semua informasi itu agar sesuai dengan diri kita sendiri,” ujarnya.
Selama proses penulisan, Nafisa mengaku menghadapi tantangan dalam menyusun kalimat agar tetap padu dan bermakna kuat. Ia sering kesulitan mencari padanan kata yang tepat demi menjaga alur tulisan tetap mudah dipahami. Untuk mengatasi hal tersebut, ia banyak membaca artikel dan memperkaya kosakata hingga menemukan ritme dan gaya bahasa yang sesuai.
Salah satu kalimat yang paling membekas dan bahkan membuatnya merinding saat membacanya kembali adalah, Di tengah lautan informasi yang tak berujung, bayangkan otak kita sebagai jaringan sinapsis yang tak terbatas, di mana setiap koneksi adalah potensi. “Bagi saya, kalimat ini menggambarkan esensi dari apa yang saya perjuangkan dalam tulisan ini, yaitu bahwa setiap individu memiliki kekuatan unik yang hanya perlu diarahkan dengan benar,” imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai frasa yang menjadi “konsentrasi” utamanya selama proses menulis, Nafisa menyebut “badai informasi.” Istilah tersebut mencerminkan kondisi saat ini, di mana banyaknya informasi justru dapat mengaburkan arah, bukan memperjelasnya. Oleh karena itu, ia merasa penting untuk menghadirkan solusi yang dapat membantu generasi muda memilah dan memahami informasi sesuai minat dan potensi mereka masing-masing.
Prestasi Nafisa Husniya tak lepas dari sentuhan tangan dingin guru pembimbing, pencetak para juara, Ibu Amru Hidayah,M.Pd. Nafisa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Ponorogo, tetapi juga menjadi bukti bahwa dengan kepekaan terhadap lingkungan dan kemampuan mengolah ide, pelajar dari daerah pun mampu bersaing di tingkat nasional. Esai yang ia tulis bukan hanya karya tulis biasa, melainkan cerminan kepeduliannya terhadap masa depan generasi sebayanya.
Reporter:
Nabila Saniyya Aziza (XI-8)
Erlangga Ditya Rahman (XI-5)
Discover more from MAN 2 Ponorogo
Subscribe to get the latest posts sent to your email.




